Tampilkan postingan dengan label #BAHASA INDONESI 2#. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #BAHASA INDONESI 2#. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

SOFTSKILL CATETAN KAKI (audit)



Kata Pengantar


      Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesainkan Makalah ini yang berjudul “ Rangkuman Audit“ Alhamdulillah tepat pada waktunya.

Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada kita semua tentang Perpajakan. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesemurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.





                                                                   


                     BAB I

PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang Masalah
      
       Dalam sebuah bisnis maupun perekonomian, suatu audit menjadi sebuah hal yang sangat penting sekali, kenapa ? karena audit ini dapat memberikan kepercayaan yang lebih kepada para pihak yang berkepentingan, misalkan saja di dalam suatu perusahaan, suatu audit akan sangat dibutuhkan oleh para pemegang saham untuk melihat kondisi ataupun memantau perkembangan perusahaan yang menjadi hak milik para pemegang saham tanpa intervensi dari pihak pihak manajemen atau karyawaan perusahaan, untuk lebih jelasnya silahkan kalian baca artikel yang ada dibawah ini      
Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independen dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dari suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan suatu audit atau pemeriksaan, selalu diperlukan keterangan dalam bentuk yang dapat dibuktikan dan standar-standar atau kriteria yang dapat dipakai oleh auditor sebagai pegangan untuk mengevaluasi keterangan tersebut.
Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, ank e, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.





1.2  Rumusan Masalah

       1.2.1  Rangkuman Audit







1.3  Tujuan Penulisan

       1.3.1  Mengetahui pengertian audit

       1.3.2  Mengetahui pengertian audit menurut beberapa ahli

       1.3.3  Membuat catetan kaki







1.4  Sistematika Penulisan

        

       Tugas/Tulisan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

       

       BAB I  PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

1.2    Rumusan Masalah

1.3    Tujuan Penulisan

1.4    Sistematika Penulisan

         

        BAB II  PEMBAHASAN

                2.1  Rangkuman Audit

       

        BAB III   PENUTUP

                  3.1  Daftar pustaka            



                         BAB II
                PEMBAHASAN



PENGERTIAN AUDIT
Audit adalah proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang  kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.
PENGERTIAN AUDIT MENURUT PARA AHLI

Pengertian Auditing Menurut (Sukrisno Agoes , 1996:1),
“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut”.

Pengertian Auditing Menurut (Sukrisno Agoes , 2004),
“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut”.
Pengertian Auditing menurut (Arens dan Loebbecke, 1996:1)
“Proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat di ukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi”.
Pengertian Auditing menurut (Arens dan Loebbecke, 2003)
“Suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya dilakukan oleh seorang yang independen dan kompeten”.
Pengertian Auditing Menurut (Mulyadi , 2002)
“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”.
Pengertian Auditing menurut ASOBAC (A Statement of Basic Auditing Concepts),
“Proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif mengenai pernyataan tentang kejadian dan tindakan ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan dan untuk menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”.

CATATAN KAKI

·         Sistematis adalah segala usaha untuk meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya . 
·         Independen adalah bebas, merdeka atau berdiri sendiri . 
·         Entitas adalah sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik. Abstraksi, misalnya, biasanya dianggap juga sebagai suatu entitas. Dalam pengembangan sistem, entitas digunakan sebagai model yang menggambarkan komunikasi dan pemrosesan internal seperti misalnya membedakan dokumen dengan pemrosesan pesanan.         
 ·         Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Kompeten harus dibedakan dengan kompetensi, walaupun dalam pemakaian umum istilah ini digunakan dapat dipertukarkan. 
  • Objektif adalah berita harus dikemukakan secara faktual, berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi, bukannya berpatokan pada orang yang memberitakannya, ataupu penonton.
     

                                                                BAB III
                     PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA





Halim, Abdul (1994). Pemeriksaan Akuntansi 1.Depok : Universitas Gunadarma.

Whittington,O.Ray dan Kurt Pany (2012).Principles of Auditing, and Other Assurance Services, 18th Edition,Mc-Graw-Hill,New York,NY.
William F. Messier, dan Margareth Boh. (2003). Auditing and Assurance: A Systematic Approach (3th edition). USA : McGraw-Hill.
 Arens,Alvin A, Elder,Randal J, Mark S. Beasley (2010).Auditing and Assurance Service, An Integrated Approach,19tn Edition,Prentice Hall,Englewood Clifts,New Jersey.

Senin, 14 Oktober 2013

PENALARAN (SEJARAH BLACKBERRY) BAG.2


SEJARAH BLACKBERRY


Perusahaan smartphone BlackBerry mengumumkan telah menyetujui rencana pembelian senilai US$ 4,7 miliar oleh konsorsium investor pada Senin, 23 September 2013. Tawaran datang dari konsorsium yang berencana membawa pembuat perangkat telekomunikasi asal Kanada itu menjadi sebuah perusahaan privat.

Berikut tonggak penting dalam sejarah perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai RIM (Research In Motion) :

1985 
Pada 1985 RIM (Research In Motion) didirikan oleh Mike Lazaridis yang menjabat sebagai president dan co-CEO bersama dengan Douglas Fregin sebagai vice president of operations. Mereka membangun RIM untuk tujuan bisnis konsultasi barang elektronik dan ilmu komputer.

1989
RIM menjadi developer kedua di dunia dalam mengembangkan produk untuk Mobitex Wireless Network. Inilah awal jaringan RIM Pager BlackBerry mulai bekerja.

1992 
Jim Balsille bergabung dengan RIM. RIM mulai memasuki pasar dengan memperkenalkan DigiSync Film KeyKode Reader, Digital Footage, Frame, dan kalkulator waktu yang akan ternama di kalangan editor dan pemotong negatif Hollywood. RIM mengubah waktu editing dari 2 jam menjadi 20 menit.

1994 
RIM meluncurkan pembaca kartu point of sale, yang memverifikasi transaksi debit dan kredit langsung dari bank.

1995 
RIM membangun modem radio sendiri untuk email.

1997 
RIM terdaftar di Bursa Efek Toronto dan mengalami peningkatan lebih dari $ 115.000.000.

1999 
RIM meluncurkan layanan email BlackBerry, perangkat nirkabel pertama untuk sinkronisasi dengan sistem email perusahaan.

2000 
RIM mengenalkan RIM 857/957 Wireless Handheld dan mengumumkan pembangunan jaringan untuk Java. Selain itu BlackBerry 5790 juga dirilis sekitar tahun ini. Handheld ini memiliki 16Mb flash memory.

2001 
Pada 2001 RIM me-support Lotus Notes and Domino dalam BlackBerry Enterprise Server. Pada tahun ini pula RIM memulai debut handheld berbasis Java 2 Micro Edition (J2ME) OS.




Kelemahan dan Kekurangan Handphone Blackberry


1. Jaringan Sering Bermasalah

Handphone BlackBerry adalah handphone dengan tiap 24 jamnya selalu terhubung dengan koneksi internet.  Banyak operator di Indonesia yang menyediakan layanan dan paket Internet untuk BB.  Namun semakin banyak operator yang menawarkan paket internet yang murah maka banyak pula pemakainya sehingga terkadang koneksi internet kita terputus dan jika ada email masuk atau keluar terkadang tidak terkirim/sampai.

2.  Spesifikasi perangkat terbatas

Masalah klasik BlackBerry adalah spesifikasi mesinnya yang terbatas. Untuk informasi, seluruh aplikasi di BlackBerry akan disimpan di dalam memori internal, bukan eksternal alias kartu memori.

Bayangkan sebuah mesin yang harus bekerja keras menjalankan begitu banyak aplikasi, namun hanya diberikan kapasitas otak kecil. Tak heran perangkat BlackBerry sering hang, dan kadang terasa panas.

3. Inovasi yang Minim

BB minim sekali dengan inovasi, berbeda dengan pesaingnya yang selalu mengembangan produknya dengan fitur-fitur canggih.  Kebanyakan orang membeli Blackberry hanya sekedar bergaya saja dan sebagai lambang kemewahan walaupun fitunya hanya BBM yang diinginkan.

4. Aplikasinya Banyak di Jalankan di Handphone Lain

Pada umumnya aplikasi di Blackberry sama saja dengan aplikasi di handphone lain yang memiliki inovasi yang lebih tinggi.  Sebagai contoh Telepon, SMS, email, jejaring sosial, kamera, merekam video, hingga mengedit foto bahkan bisa diproses dengan lebih baik di ponsel pintar lainnya. Sebut saja iPhone yang dapat mengambil foto dengan kualitas lebih tinggi. Dan Samsung Galaxy yang memiliki prosesor dengan kapasitas proses jauh di atas BlackBerry.


KEUNGGULAN

1. Kirim kirim E-mail semudah mengirim SMS, dan yang asyiknya semua e-mail masuk dapat di teruskan langsung dan di tampilkan di ponsel (gak bisa dibayangin kalo e-mail spam yang menuhin Ymail ku di tampilin, ada 10ribu gan :D)
2. Ada Aplikasi Facebook dan Twitter khusus Blackberry (lumayan yang ingin eksis di FB, yang kalo bikin status ada tulisannya melalui Blaclberry -_-) Tampilannya juga lumayan lebih keren lah di banding tambilan FB dari browser (waktu itu ngintip dikit teman lagi FB'an dari BB *miris...)
3. Aplikasi Chatting banyak dan lengkap
3. Mendukung WIFI (di tulis kaga yah? WIFI kan udah umum)
5. Fungsi Autotext, jadi bisa mendefine keyword lalu mengasosiasikan dengan isi pengganti yang biasanya berisi text/character yang panjang, dan digunakan dengan mengetikan keyword, maka isi pengganti akan menggantikan keyword tersebut. 
7. Fungsi geotag pada blackberry ber-GPS, membantu foto2 yang kita ambil berisi informasi lokasi foto diambil, bisa dibuat teka-teki, kemana rekan kita berada dengan mengecheck lokasi GPS melalui informasi Geotagnya.
8. Akses multimedia Foto, VIdeo, Gambar, dll yang cepat dan mudah
9. Keamanan. Hhe, kayaknya soal keamanan Blackberry sistem keamanannya lumayan bagus lho! Pati sudah tahu kan kalo Ponsel BB punya no. Pin? yang pinnya bisa di lacak lewat GPS kalo misalnya terjadi kehilangan.. Selain itu, dengan mengaktifkan fungsi password, dan jika terjadi kehilangan terhadap blackberry, pencuri yang salah memasukan password akan menghapus seluruh data (wipe) di blackberry anda-sehingga data penting anda tidak gampang diambil. Terus feature firewallnya,sangat effective dalam memblock sms/mms/phone call yang tidak kita inginkan.



sumber:
wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/penalaran-deduktif-induktif/
kompas.com




PENALARAN( BLACKBERRY)



1            KATA PENGANTAR


        Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-NYA kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang tepat pada waktunya yang berjudul “blackberry”.
         
      Makalah ini berisikan tentang informasi tentang Perpajakan. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua. Untuk itu saya berharap agar pembaca dapat memakluminya tentang segala kekurangan yang ada dalam Makalah ini. Dan saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu memberikan do’a, dukungan, penjelasan, dan terutama untuk :

1.  Tuhan YME dengan rahmat-NYA, penulis dapat menyelesaikan dan mempermudah pengerjaan makalah ini.
2.    Bapak Danang Wijayanto selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2 (Softskill).
3.   Kedua Orang Tua, keluarga dan teman-teman atas do’a serta dukungan dan motivasi yang telah diberikan kepada saya.
          
    Atas segala kekurangan dalam penyusunan Makalah ini, saya sangat mengharapkan kritikan, saran, dan pengarahan dari pembaca yang sifatnya membangun demi perbaikan. Semoga bermanfaat.
                                                                                                    Bekasi, Oktober 2013
                                                                                                                    Penulis
                                                                                                         

                                                                                                              Tia Lora Nuroshobah
     

      # PENALARAN #


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Ada dua jenis metode dalam menalar. Yaitu dengan Metode Induktif dan Metode Deduktif. Berikut ini adalah penjelasannya.

         1.  Metode penalaran induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa
khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif.

-          Generalisasi
Proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh :
Jika Angga mendapat nilai yang bagus maka ia akan mendapat hadiah handphone blackberry
Jika Doni mendapat nilai yang bagus maka ia akan mendapat hadiah handphone blackberry
Jika mereka mendapat nilai yang bagus maka mereka akan mendapat hadiah handphone blackberry
Generalisasi dibagi menjadi dua,yaitu :
  1. Generalisasi tidak sempurna / loncatan induktif
    Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
            Contoh : Hampir seluruh warga indonesia menggunakan handphone blackberry

            2.  Generalisasi sempurna / tanpa loncatan induktif
            Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.

Contoh : Semua menggunakan handphone blackberry



-          Analogi
Analogi adalah proses penyimpulan dengan membandingkan dua hal berlainan yang memiliki sifat yang sama.
Contoh :
Semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan blackberry, cara kerja software dalam blackberry sama dengan cara kerja tubuh manusia. Keduanya memiliki batas-batas dalam kinerjanya. Pada blackberry jika digunakan terus-menerus digunakan tanpa berhenti,suhu blackberry akan memanas dan akan terjadi ganguan dalam penggunaannya,seperti proses pada blackberry semakin melambat, itu merupakan tanda bahwa batas penggunaan blackberry sudah melewati batas sehingga penguna akan berhenti untuk mengoperasikan blackberry tersebut. Begitu juga dengan cara kerja tubuh manusia,bila manusia tersebut melakukan aktivitas secara terus-menerus tanpa henti,energi manusia akan terkuras dan tubuh manusia semakin melemah. Sistem tubuh dan blackberry sama,tubuh akan memberikan manusia sinyal bahwa tubuh tersebut melampaui batas dalam melakukan aktivitas sehingga manusia akan beristirahat dan berhenti melakukan aktivitas agar tubuh tersebut tidak keletihan.

-          Kausal
Secara induktif orang pun dapat menunjukan hubungan kausal. Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala atau data yang saling berhubungan.
Contoh :
Semakin pesatnya perkembangan teknologi di dunia, semakin mempermudah masyarakat dalam beraktivitas, salah satunya dengan mempergunakan smartphone blackberry yang memiliki berbagai fitur unggulan yang mampu mempermudah kerja manusia setiap harinya, selain itu terdapat pula fitur media social yang begitu banyak, Facebook, Twitter, Blackberry Masseger, Whats Up, line, Kakao Talk, dll. Yang menyebabkan generasi muda sekarang cenderung menurunkan prestasi belajar mereka di sekolah, mereka lebih sering beraktivitas dalam media social dibanding belajar sehingga nilai dan prestasi mereka di sekolah akan menurun.

2.      Metode Penalaran Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Penarikkan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogisme. Silogisme disusun dari dua buah pernyataan, yaitu premis mayor dan premis minor dan sebuah kesimpulan.

·         Blackberry salah satu smartphone terkenal
·         Gemini adalah jenis Blackberry
Jadi dari kalimat diatas dapat disimpulkan “ Blackberry Gemini salah satu smartphone terkenal”.


Berikut ini bentuk – bentuk Silogisme :
1.      Silogisme Kategorial

Silogisme yang semua posisinya merupakan proposisi kategorik, demi lahirnya konklusi maka pangkal umum tempat kita berpijak harus merupakan proposisi universal, sedangkan pangkalan khusus tidak berarti bahwa proposisinya harus partikuler atau singuler, tetapi bisa juga proposisi universal tetapi ia diletakkan di bawah aturan pangkalan umumnya. 

Contoh Silogisme Kategorial :
(P. Mayor)        Blackberry meluncurkan seri terbaru
(P. Minor)        Z10 adalah salah satu seri blackberry.
(Kesimpulan)   Z10 merupakan seri terbaru blackberry

2.      Silogisme Hipotesis
 yang premis mayornya berupa proposisi hipotesis sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term antecendent atau term konsekwen premis mayornya . Sebenarnya silogisme hipotesis tidak memiliki premis mayor maupun premis minor karena kita ketahui premis mayor itu mengandung term predikat pada konklusi, sedangkan premis minor itu mengandung term subyek pada konklusi.  

a)                Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti: 
      Jika saya punya uang ,
Saya akan membeli handphone blackberry
Sekarang saya punya uang .
Jadi saya akan membeli handphone blackberry


b)                Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekwensinya, seperti :

Bila jatuh, maka handphone blackberry akan rusak
Sekarang handphone blackberry telah rusak
Jadi handphone blackberry telah jatuh

c)                 Silogisme hipotesis yang premis Minornya mengingkari antecendent, seperti :
Jika handphone blackberry terus digunakan, maka battery akan cepat panas
Handphone blackberry tidak terus digunakan
Jadi battery handphone blackberry tidak akan panas

d)                 Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari bagian konsekwensinya , seperti:
Bila battery handphone blackberry habis
Maka battery harus di charge
Battery handphone blackberry tidak habis
Jadi battery tidak perlu di charge                                    






sumber:
wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/penalaran-deduktif-induktif/
kompas.com